-Hidup Musik Indonesia-
-Maju TErus PerFilman Indonesia-
Rokok Menthol 2 Kali Lebih Berbahaya
Senin, 19 Januari 2009
Kebanyakan pencinta rokok pasti mengetahui kalau rasa menthol memberikan rasa berbeda ketika sedang merokok. Namun, sebuah penelitian membuktikan rokok menthol dua kali lebih berbahaya dari rokok biasa.Penelitian yang melibatkan 1,700 orang perokok tersebut dilakukan oleh University of Medicine and Dentistry of New Jersey (UMDNJ). Hasilnya bisa ditebak rokok dengan sensasi menthol jauh lebih berbahaya. Pasalnya, rokok menthol membuat seseorang sulit berhenti ketimbang rokok biasa."Penelitian ini menunjukkan kalau nikotin dan karbonmonoksida lebih banyak ditemukan di rokok menthol sehingga membuat penikmatnya susah berhenti," kata Kunal Gandhi, salah satu peneliti, seperti yang dilansir Sciencedaily, Selasa (13/1/2009)."Mereka sulit berhenti karena menthol membuat efek nikotin lebih mudah masuk," sambungnya.Untuk itu, para peneliti tersebut menolak keras keberadaan rokok menthol. Apalagi rokok ini termasuk paling digemari oleh anak muda dan para wanita. Pasalnya, tidak bisa dipungkiri, rokok telah menjadi bagian gaya hidup dari kaum muda metropolis."Industri menargetkan rokok menthol pada konsumen yang mempunyai dana terbatas seperti anak muda. Agar mereka terus 'kecanduan', meskipun menghisap dalam jumlah yang tidak banyak setiap harinya," pungkas Kunal.
sumber:okezone.com
Jubah Harry Potter, Selangkah Lagi Terwujud
Memiliki jubah menghilangkan tubuh, layaknya jubah Harry Potter, sebentar lagi akan terwujud. Para peneliti telah menemukan langkah untuk menyelesaikan penelitian tersebut.Kerja sama para peneliti Amerika dan China selangkah lagi akan membuahkan hasil. Dengan menggunakan desan berdasarkan perhitungan matematika, yang dikenal dengan algoritma, para peneliti dari Universitas Duke, North Carolina, Amerika, telah berhasil mengembangkan metamaterial."Metamaterial merupakan sebuah bahan yang akan digunakan dalam membuat jubah menghilang. Bahan ini mampu memandu gelombang elektromagnetik di sekitar objek, untuk kemudian menghilangkan objek yang ada," ujar peneliti senior dalam tim tersebut David R Smith, seperti dikutip melalui AFP, Sabtu (17/1/2009).Selain didukung oleh para akademisi dan ilmuwan, proyek ini juga didukung oleh Badan Penelitian Sains Angkatan Udara Amerika dan Yayasan Ilmu Pengetahuan Nasional China. Sebelumnya, para peneliti telah mendesain prototipe jubah tersebut sejak tahun 2006. Namun Smith menyatakan, jubah terbaru yang mereka buat saat ini jauh lebih kuat dibanding desain aslinya.Jubah Harry Potter buatan tim peneliti tersebut memiliki ukuran sekira 50,8cm x 10cm dengan tinggi kurang dari 2,5 sentimeter
sumber:okezone.com


